Selasa, 11 Maret 2008

Proses Pencemaran

Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung, yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran.
Pencemar ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut), atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem.

Tidak ada komentar:

Puisi Rindu

bintang malam.....
katakankan padanya
aku ingin melukis sinar mu dihatinya..........
embun pagi.......
katakan padanya
biarku dekap erat
waktu dingin membelenggunya
taukah engkau.....
wahai langit
aku ingin bertemu membelai wajahnya..
kan kupasang hiasan angkasa yang terindah
hanya untuk dirinya
puisi rindu ini
kuciptakan hanya untuk
bidadariku tercinta
walau hanya agak sederhana
izinkan kuungkap segenap rasa
dan kerinduanku.......

Kangen

bintang malam ........
katakan padanya
aku ingin melukis sinarmu di hatinya..........
embun pagi.......
katakan padanya
biar kudekap erat
waktu dingin membelenggunya
taukah engkau.....
wahai langit
aku ingin bertemu membelai wajahnya..
kan kupasang hiasan angkasa yang terindah
hanya untuk dirinya
puisi rindu ini
kuciptakan hanya untuk
bidadariku tercinta
walau hanya agak sederhana
izinkan kuungkap segenap rasa
dan kerinduanku.......

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ananto Pratikno

Puisi Rindu part 2

akan ke manakah angin melayang
tatkala turun senja nan muram
pada siapa lagu kuangankan
kelam dalam kabut rindu tertahan
datanglah engkau berbaring di sisiku
turun dan berbisik tepat di sampingku
belenggulah seluruh tubuh dan sukma
kukuingin menjerit dalam pelukanmu
akan ke manakah berarak awan
bagi siapa mata kupejamkan
pecah bulan dalam ombak lautan
dahan-dahan di hati berguguran

Kerinduan

Rasakan hadirku wahai kekasih
menyeruak pelan-pelan
laksana nyala lilin
dari korek api sanubari
Hadirmu kembali seperti hantu
Tak terlihat
tapi terasa
Tak ada kesalahan
tapi menggelisahkan
Tidakkah boleh lebih nyata
bila kau berwujud saja?
Beri belaimu di bibirku
menyentuh birahi rasa
Pengganti raga
penghela luka
Manakah kau sentuhkan pasti
dada ini di kulit ari?